Batu Taba Nagari Nan Indah
We can check your plugins and stuff
Tampilkan postingan dengan label Batu Taba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batu Taba. Tampilkan semua postingan

PITUAH ADAT MINANG KABAU

Kemajuan suatu nagari tidak bergantung pada seorang Gubernur, Bupati atau pun Camatnya. Hal ini berpulang kembali kepada masyarakat nagari tersebut yang berada di kampung halaman didukung oleh para perantau yang bisa membagi pengalamannya dan kemampuan finansial & serta manajerial. Sebuah kebijakan yang diambil dalam kanagarian terlebih dahulu dibicarakan oleh seluruh elemen masyarakat nagari dengan musyawarah & mufakat, dengan demikian bisa dihindari kepentingan suatu kelompok atau golongan dengan lebih mengemukakan kepentingan masyarakat banyak.

Pemerintah daerah (Pemda) lebih bersifat sebagai fasilisator dengan memberi kemudahan dalam hal kemajuan nagari seperti :

1. Peningkatan kualitas Infrastruktur fisik dan sosial,
seperti jalan, kereta api, air bersih, bandara, kanal, waduk, tanggul, pengelolahan limbah, perlistrikan, telekomunikasi, sekolah, rumah sakit & surau.

2. Pelayanan transfer teknologi & manajemen
seperti pelatihan teklogi pertanian, manajemen bisnis, dengan nara sumber kalangan praktisi & profesional yang dibiayai oleh Pemda.

3. Kemudahan & Iklim usaha yang kondusif
seperti memberikan kemudahan birokrasi & kemudahan finasial dalam hal pendanaan usaha.

Beberapa hal yang perlu segera kita dilakukan bersama-sama,

1. Memahami kembali budaya minangkabau yang selama ini kurang dipahami oleh masyarakat minangkabau.

Budaya selalu bersifat dinamis berbanding lurus dengan kedinamisan masyarakat yang menjadi elemen utama dari kebudayaan tersebut. Oleh karena budaya masyarakat minang tidaklah seragam sesuai dengan kondisi masyarakat & karakteristik daerah yang berbeda, sebagai contoh budaya di pesisir tentu ada perbedaan dengan budaya di dataran tinggi.

Oleh karena itu sudah sepatutnya kita mulai kembali membaca, berdiskusi, membahas budaya adat istiadat minangkabau yang berlaku di kanagarian masing-masing bersama sanak famili kita.

2. Melakukan diskusi-diskusi dengan sesama anak nagari terhadap kemajuan nagari, baik diperantauan ataupun dikampung halaman. Bagi dunsanak yang merantau hendaknya menyisihkan beberapa hari apabila pulang ke kampung halaman dengan memperhatikan kondisi kampung halaman, apa saja hal-hal yang perlu dilakukan untuk kemajuan nagari.

Hal ini bisa dilakukan dengan cara bertahap, dimulai dari level terkecil pada paruik/kaum masing-masing, kemudian ke tingkat jorong dan terakahir ke tingkat nagari.

3. Sudah saatnya perantau melakukan planning bila masanya harus kembali ke kampung halaman dan menetap dikampung.

Karantau madang di ulu, babungo alah babuah balun
Karantau bujang dahulu, karano di kampuang baguno alun

Sebagai seorang laki-laki di minangkabau, memiliki peran sebagai ayah & mamak, tugas kita sebagai orang tua adalah menafkahi anak lahir & batin hingga mereka bisa berjalan sendiri. Selanjutnya apabila anak-anak telah dewasa, peran sebagai mamak harus pula kita laksanakan, dengan menjaga anak & kemanakan, memelihara pusako nenek moyang, memberikan transfer ilmu & pengalaman yang kita peroleh selama diperantauan.

Dunsanak sakalian, karena merantau pada dasarnya dilakukan untuk memajukan kampung halaman.

Satinggi-tinggi bangau tabang, namun pulang juo kakubangan
Sajauah mano urang marantau takana juo kampung halaman

4. Mambangkik Batang nan Tarandam.
Penghulu dalam sistem pemerintahan kanagarian memiliki akses penting dalam mewakili kepentingan kaum yang dikepalainya. Hal ini sangatlah urgent, dimana kaum yang belum mengangkat datuk penghulu di kaumnya tidak memiliki hak suara dalam suatu perundingan musyawarah & mufakat dalam kanagarian.

Hendaknya pula seorang penghulu adalah manusia yang memiliki kualitas terbaik secara lahir & bathin di kaumnya dan sebaik-baiknya seorang penghulu adalah yang tinggal di kampung halaman atau paling tidak masih berdomisili di sumatera barat. Hal ini sangat diperlukan karena Penghulu akan sering melakukan musyawarah & mufakat dengan anak kemanakan & seluruh elemen masyarakat di limbago kanagarian. Akan terjadi ketidakefesienan apabila seorang penghulu bermukim diluar sumbar sehingga menyulitkan komunikasi dengan limbago kanagarian & anak kemanakan.

Pada saat ini ada beberapa pejabat & pengusaha di level nasional yang diangkat menjadi penghulu dikaumnya, memang merupakan hal yang sangat membanggakan bagi kita semua. Namun untuk memajukan nagari hal-hal yang bersifat kebanggaan tidak berbanding lurus dengan kemajuan nagari, kalau boleh meminjam pituah asing,

the right man, on the right place & on the right time
orang yang tepat ditempat yang tepat & saat yang tepat

5. Memahami benar sifat Egaliter yang dijunjung dalam adat & budaya minangkabau
Egalter adalah persamaan hak & sederajat dalam suatu masyarakat, tanpa memandang individu dengan suatu perbedaan dan tingkat sosial. Tidak memandang manusia karena hartanya, karena kekuasaan, karena kepintarannya. Apabila hal ini bisa diterapkan secara sungguh, akan tercipta masyarakat yang saling menghargai, menjunjung tinggi hak azazi setiap individu dengan demikian membawa rahmatan lil alamin kedalam hidup bermasyarakat. Dengan memengang tegus azas persamaan hal ini, akan bisa menyelesaikan seluruh permasalahan dengan cara musyawarah & mufakat.

Kamanakan barajo ka Mamak
Mamak barajo ka Pangulu
Pangulu barajo ka Alua jo Patuik
Alua jo Patuik barajo ka Nan Bana
Nan Bana tagak sandirinyo

Bersambung......

Danau Singkarak

Danau Singkarak berada di dua kabupaten di provinsi Sumatera Barat, Indonesia, yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar.

Danau ini memiliki luas 107,8 km² dan merupakan danau terluas ke-2 di pulau Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Namun sebahagian air danau ini dialirkan melalui terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak[1] di dekat Lubuk Alung, kabupaten Padang Pariaman.

Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan spesies ikan yang diperkirakan hanya hidup di danau ini[2], dan menjadi salah satu makanan khas. Penelitian para ahli mengungkapkan 19 spesies ikan perairan air tawar hidup di habitat Danau Singkarak, Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), dengan ketersediaan bahan makanannya yang terbatas.

Dari 19 spesies itu, tiga spesies di antaranya memiliki populasi kepadatan tinggi, yakni ikan Bilih/Biko (Mystacoleusus padangensis Blkr), Asang/Nilem (Osteochilus brachmoides) dan Rinuak. Spesies ikan lainnya yang hidup di Danau Singkarak adalah, Turiak/turiq (Cyclocheilichthys de Zwani), Lelan/Nillem (Osteochilis vittatus), Sasau/Barau (Hampala mocrolepidota) dan Gariang/Tor (Tor tambroides).

Kemudian, spesies ikan Kapiek (Puntius shwanefeldi) dan Balinka/Belingkah (Puntius Belinka), Baung (Macrones planiceps), Kalang (Clarias batrachus), Jabuih/Buntal (Tetradon mappa), Kalai/Gurami (Osphronemus gurami lac) dan Puyu/Betok (Anabas testudeneus).

Selanjutnya, spesies ikan Sapek/Sepat (Trichogaster trichopterus), Tilan (mastacembelus unicolor), Jumpo/Gabus (Chana striatus), Kiuang/Gabus (Chana pleurothalmus) dan Mujaie/Mujair (Tilapia pleurothalmus), tambah Hafrijal.

Dengan hanya ada 19 spesies ikan yang hidup di Danau Singkarak menunjukkan keanekaragaman ikan di tempat itu tidak telalu tinggi. Kondisi mesogotrofik Danau Singkarak yang menyebabkan daya dukung habitat ini untuk perkembangan dan pertumbuhan organisme air seperti plankton dan betos, sangat terbatas.

Dari beberapa kali penelitian menunjukan populasi plankton dan betos di Danau Singkarak sangat rendah.

Padahal komunitas plankton (fitoplankton dan zooplankton) merupakan basis dari terbentuknya suatu mata rantai makanan dan memegang peranan sangat penting dalam suatu ekosistem danau.

Kondisi tersebut, menyebabkan sumber nutrisi utama ikan secara alamiah umumnya adalah berbagai jenis plankton dan bentos.

Danau Singkarak berada pada letak geografis koordinat 0, 36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 100,3 Bujur Timur (BT) dengan ketinggian 363,5 meter diatas permukaan laut (mdpl).

Luas permukaan air Danau Singkarak mencapai 11.200 hektar dengan panjang maksimum 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer dan kedalaman 268 meter.

Danau ini memiliki daerah aliran air sepanjang 1.076 kilometer dengan curah hujan 82 hingga 252 melimeter per bulan.




Jalur Kereta yang melewati Danau Singkarak



Bersambung......
Powered By google
By Seiparing TV